Minggu, 21 April 2019

GIMANA RASANYA IKUT SBMPTN? DITERIMA NGGA?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar semua nya nih cuk?
Ngga terasa udah hampir setahun lebih ngga ngeblog lagi.
Postingan terakhir tentang pengalaman lks jadi bukti kalau blog ku ini hampir pensiun dini.
Cukup sekian pembukaannya, kalau panjang-panjang nanti payah, Ngga punya gunting soalnya.

Oke alasan yang utama aku ngeblog lagi, karena cerita hidup ini akan cepat lupa kalau ngga di bagi, sama kayak punya makanan banyak di rumah, lebih baik dibagi daripada nanti basi.
Alasan selanjutnya mungkin sesekali aku ingin menginspirasi,karena Ali bin Abi Thalib mengatakan  Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan. Jadi jangan lihat aku siapa, lihat lah yang aku katakan, ambil baiknya buang buruknya 😊

Cerita di post kali ini bermula dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari topik SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi) yang ditujukan untukku.



SBMPTN itu salah satu jalur untuk masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang diikuti oleh siswa-siswa yang telah lulus SMA/SMK sederajat. Jangan heran saingan nya luar biasa banyaknya. Di SBMPTN tahun 2018 luar biasa ketatnya, dari 860.000an Pendaftar/Peserta yang lolos hanya 160.000 orang. Luar biasa bukan? 😁 hanya sekitar 18% yang lolos. Alhamdulillah aku bisa jadi salah satu orang di dalamnya. I'm so proud. Allah berikan kesempatan untukku kuliah di The Character Building University, Universitas Negeri Medan di Jurusan Ilmu Ekonomi.


Cerita detail tentang kampus ku ini akan ku ceritakan di post selanjutnya, karena di post kali ini kita bahas soal sbmptn 😀.

Ini bukan maksud ria ataupun pamer, namun hanya ingin memberi sedikit cerita dan perjalanan bagaimana untuk aku bisa lulus disana.

Ketertarikan atau keinginan untuk kuliah di mulai dari SMK Kelas 3, ya saat itu aku bersekolah dijurusan Teknik Kupas Jengkol (TKJ), tak perlu dijelaskan kalian pasti sudah paham apa itu jengkol, eh maksudnya apa itu TKJ.  Jujur waktu itu semangat untuk bisa lulus di universitas top indonesia membara, mulai membayangkan bagaimana rasanya. Perjuangan di awali dari beli buku SBMPTN 2018 Saintek di Gramedia, seharga hampir 300ribu. Sialnya keinginan itu ada saat krisis ekonomi melanda, yang jalan satu-satunya hanya pinjam uang teman. Pelan-pelan aku telaah isi bukunya hingga waktu berlalu semakin cepat dan aku masih belajar sampai TPA (Tes Potensi Akademik)  Tak terasa Ujian Nasional telah tiba, dan tak terasa 3 tahun masa SMK segera berakhir.

Singkat cerita saat itu juga aku lolos seleksi SNMPTN di sekolah, mencoba peruntungan ku di salah satu Universitas terbaik di Sumatera Utara, USU. Apa mau dikata jika rejeki tak berpihak pada kita, alhasil pas buka pengumuman tulisan berwarna merah dengan kalimat "Anda tidak diterima di SNMPTN 2018 silahkan coba SBMPTN 2018",  aku ngga di terima. Terdengar rumor kalau anak SMK hanya 1% diterima di SNMPTN, benar atau tidak, aku ngga bisa memastikannya. Masih ada 2 jalur untuk bisa kuliah di PTN.

Masih ingat dengan buku SBMPTN Saintek harga 300ribu tadi?? Akhirnya aku sadar mencoba peruntungan di Saintek itu sulit, terlebih lagi banyak soal-soal yang membingungkan dan aku tak paham. Bukan kalah sebelum berperang tapi kita juga harus tau seberapa besar kemampuan kita. Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi pelajaran yang buat aku frustasi dan tak optimis jika harus bergelut dengan itu semua di SBMPTN nanti. Alhasil aku putar arah dan coba peruntungan di Soshum, aku tinggalkan jurusan yang selaras dengan jurusan aku SMK, Teknik Informatika. Pemikiran ku waktu itu soal soshum akan lebih mudah dari saintek, Jadi aku memutuskan untuk beli buku lagi, SBMPTN Soshum 2018 disaat SBMPTN hanya tinggal hitungan beberapa minggu lagi. Pelan-pelan ku pahami dan alhasil hingga hari H SBMPTN, aku belum selesai membaca dan mempelajarinya. Satu hari terakhir sebelum SBMPTN disitu waktu tersulit, waktu yang berjalan sangat cepat dan disitu aku hanya bisa membaca materi dan soal di dalam buku itu hanya sekilas.
Akhirnya aku tetapkan 3 pilihan ku di SBMPTN dengan MANTAP. Coba peruntungan di UGM, USU dan UNIMED.

Dan... Hari H SBMPTN telah tiba. Saat itu aku pasrah, akan bagaimana nantinya aku jawab soal-soal itu. Terdegar kabar kalau SBMPTN tahun 2018 ini tidak ada sistem minus untuk jawaban yang salah. Tapi semakin banyak jawaban yang salah juga akan jadi pertimbangan untuk nilai kita. Tes SBMPTN ini ada 2 sesi yaitu sesi pertama untuk soal TPA, dan sesi kedua untuk TKD Soshum.

Kini dihadapanku sudah ada soal TPA dengan hampir 100 soal beserta lembar jawabannya, dan alhasil aku jawab semua, walaupun ada sebagian diragukan kebenarannya. Waktu istirahat tiba, bahkan karena masih kepikiran dengan soal TPA dan jawaban ku tadi , aku lupa makan. Sesi kedua dilanjut dengan soal TKD Soshum berisi soal-soal seputar Sosiologi, Ekonomi, Geografi dan sejarah, walau jumlah soal keseluruhan hanya 60 tapi ini juga buat pusing COY.

Ujian SBMPTN hari itu selesai, tapi cerita tak berhenti sampai disitu. Satu hal yang selalu ada dalam pikiran yaitu "Apakah Aku Lolos SBMPTN?",

Singkatnya, hari pengumuman itu tiba, perasaan saat itu campur aduk, mulai berpikir dan mencari solusi alternatif apa yang aku lakukan jika aku tak lolos SBMPTN? bagaimana jika tulisan nya juga masih merah seperti SNMPTN?. Tangan ini gemetar mengetik nomor pendaftaran dan tanggal lahir, dan Tulisan hijau muncul dibawah halaman website. Tak terhitung bahagia nya, tak tau harus berkata apa saat itu. Allah berikan rahmat dan kuasanya hari itu.

Begitulah pengalaman ku untuk bisa lulus SBMPTN, pesanku kepada kalian yang ingin ikut SBMPTN, yaitu Waktu itu mahal, sangat mahal, lewat sedikit pun kalian tak bisa mendapatkan nya lagi. Berusaha lah dengan optimal, ingat usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Jika kalian diberi kesempatan untuk lolos, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, karena diluar sana masih banyak orang-orang yang ingin lolos seperti kalian.

Terimakasih telah meluangkan waktu membaca postingan di blog ini hingga akhir.
Semoga Menginspirasi ^_^
Untuk kritik, saran dan pertanyaan tulis dikolom komentar,


Salam KKNI
😅
KKNI dibahas di postingan selanjutnya 😅😅

2 komentar:

  1. Terimakasih sudah membagi pengalaman singkat seputar SBMPTN,dan blog ini tentunya sangat berarti dan sangat terinspirasi 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak :D tunggu postingan selanjutnya 😄

      Hapus